Rabu, 02 Maret 2016

MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR
Makalah ini Diajukan untuk Memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia

Oleh
Sri Rahayu
241.15.05265
BM 3

Dosen Pembimbing
Bpk. M. Rifai Susanto, SE. MM
    

JURUSAN MANAGAMANT BISNIS
STIE GICI BUSSINES SCHOOL JAKARTA
2016

Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah yang berjudul “Menggunakan Bahas Indonesia Yang Baik dan Benar”. Atas dukungan moral dan materi yang di berikan dalam penyusunan makalah ini. Maka penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.      Bapak Rifai Susanto, SE, MM. selaku guru pembimbing kami, yang memberikan kesempatan untuk membuat dan menggunakan blogger.
2.      Orang Tua yang banyak memberikan materi pendukung, masukan bimbingan kepada penulis, untuk menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari rekan – rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Latar Belakang
Bahasa merupakan unsur yang sangat vital dalam berkomunikasi, yakni sebagai alat komunikasi yang paling utama. Bahasa mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dalam melaksanakan hubungan sosial dengan sesamanya, manusia sudah menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi sejak berabad-abad silam. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa kriteria logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama, dan pemakaiannya sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik. Sedangkan berbahasa yang baik yang menempatkan pada kondisi tidak resmi atau pada pembicaraan santai tidak mengikat kaidah bahasa di dalamnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka pemakaian bahasa Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia entertainment mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan “Bahasa Gaul”. Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun 1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para anak jalanan yang disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman. Sehubungan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Dalam konteks masa kini, bahasa gaul merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan di suatu daerah atau komunitas tertentu.

Tujuan dan Manfaat :
1.      Memberi mahasiswa/I pengetahuan baru
2.      Memenuhi Tugas UAS yang di berikan
3.      Membuat penulis lebih memahami dan mengerti materi
4.      Untuk mengetahui segala hal tentang bahasa gaul dan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5.      Memahami dampak dari bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia.


Pengertian Bahasa
1.      Chaer (2000:1) berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengindentifikasi diri.
2.      Menurut Keraf (1991:1) bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi, yang mempunyai makna. Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi).                                                                    
3.      Ramlan (1985:21) berpendapat bahwa morfologi adalah bagian dari tata ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu.
4.      Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkomunikasi antaranggota masyarakat berupa bentuk dan makna.
è Contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar
Berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah ( tata bahasa) bahasa Indonesia. Kita tentunya sering mendengar dalam pelajaran bahasa Indonesia harus menggunakan kalimat yang baik dan benar. Sebenarnya dalam program studi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi juga dituntut untuk menularkan pengetahuan tentang bahasa Indonesia kepada orang lain (murid) melalui pembelajaran di sekolah. Dalam penulisan bahasa Indonesia kita harus sesuai dengan EyD. Tentunya kita harus mengerti maksud dalam penggunaan EyD, maka kita akan bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Ciri – ciri ragam bahasa baku, sebagai berikut :
1.      Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya, acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang ikuti.
2.      Penggunaan kata – kata baku. Misalnya, tidak mudah, cantik sekali. Bukan enggak gampang atau cantik banget.
3.      Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa  Indonesia adalah ejaan yang disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini
4.      Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, seccara umum dapat dikatakan bahwa bahasa lafal baku adalah lafal yang bebeas dari ciri – ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya. /atap/ dan bukan /atep/.
5.      Pengunaan kalimat secara efektif. Di luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele – tele, bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis seai maksud aslinya.

è contoh – contoh menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti apa?
Berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, bisa kita gunakan dalam pertanyaan sehari – hari, contoh :
a.    Apakah kamu sedang sibuk?
b.    Apakah kamu ingin membantu saya di dapur?
c.    Apakah kamu sudah mengerjakan tugas sekolah?
d.    Apa yang kamu kerjakan di kampus?
è Contoh ketika dalam dialog antara seorang dosen dengan seorang mahasiswa
Dosen : Dwi, apakah kamu sudah memberitahukan kepada teman – teman kamu, bahwa minggu                 depan saya tidak bisa masuk ke kelas kalian karena saya ada tugas diluar kota?
Dwi     :   Sudah saya sampaikan pak.
Dosen : Baiklah, saya minta hari Jumat ini ada kelas pelajaran saya untuk  menggantikan minggu depan. Untuk waktunya akan saya kabarkan via pesan. Terima kasih Dwi
Dwi    : Baik bapak, akan saya sampaikan ke kelas saya. Sama – sama Pak.

Bahasa yang baik dan benar itu memiliki empat fungi :
1.      fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;
2.      fungsi penanda kepribadian yang menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;
3.      fungsi pembawa kewibawaan karena berpendidikan dan yang terpelajar; dan
4.      fungsi sebagai kerangka acuan tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.

Keempat fungsi bahasa yang baik dan benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin penutur bahasa sebagai berikut :
1.      fungsinya sebagai pemersatu dan sebagai penanda kepribadian bangsa membangkitkan kesetiaan orang terhadap bahasa itu;
2.      fungsinya pembawa kewibawaan berkaitan dengan sikap kebangsaan orang karena mampu beragam bahasa itu; dan
3.      fungsi sebagai kerangka acuan berhubungan dengan kesadaran orang akan adanya aturan yang baku layak diatuhi agar ia jangan terkena sanksi sosial.
4.      Berdasarkan paparan di atas maka dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik dan benar bahasa Indonesia. Norma yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan, kalimat, dsb.
Pengertian Bahasa Gaul
Alatas (2006:59) berpendapat bahwa bahasa gaul adalah bahasa yang digunakan untuk berteman dan bersahabat di tengah masyarakat. Bahasa gaul merupakan bentuk ragam bahasa yang digunakan oleh penutur remaja, waria untuk mengekspresikan gagasan dan emosinya.
Menurut Sahertian (2006:15) bahasa gaul atau bahasa prokem sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Oleh karena sering digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari.
Menurut Sahertian (1990), Bahasa Gaul sendiri sudah terkenal di Indonesia pada akhir 1980-an. Awalnya istilah dalam bahasa gaul itu adalah untuk merahasiakan isi obrolan atau pembicaraan dalam komunitas tertentu, namun karena sering juga digunakan di luar komunitas mereka, lama-lama istilah tersebut menjadi bahasa sehari-hari. Bahasa gaul awalnya digunakan oleh para preman yang kehidupanya dekat dengan kekerasan, narkoba, dan minuman keras. Istilah- istilah baru, mereka ciptakan agar orang- orang di luar komunitas mereka tidak mengerti.
Menurut Harimurti (2008), Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain. (Harimurti Kridalaksana (2008)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari yang sifatnya menarik dan memiliki arti tertentu untuk merahasiakan arti obrolan di tengah masyarakat.
Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Di kalangan Pelajar
Bahasa gaul adalah Bahasa non resmi yang digunakan oleh kalangan tertentu untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelmpok usia lain agar pihak lain tidak mengetahui apa yang sedang di bicarakan. Banyak pelajar menggunakan bahasa Gaul dan sering menyingkat kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat peranan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sedikit terganggu. Pasalnya, Banyak pelajar di masa sekarang mengikuti jaman yang semakin bekembang baik dari segi budaya dan perilaku. Para responden mengakui bahwa penggunaan bahasa gaul hanya digunakan oleh teman-teman sebayanya, dan orang-orang disekitar yang sering menggunakan  bahasa gaul saat berbicara. Para responden hanya menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan orang yang lebih tua.
Pengaruh Bahasa Gaul terhadap tatanan bahasa Indonesia adalah perkembangan jaman modernisasi, dimana segala hal yang ada dikalangan pelajar yang selalu ter-up to date. Bahasa gaul yang paling mudah menyebar ini biasanya melalui media TV. Tren penggunaan bahasa gaul yang diilhami dari pelaku tokoh masyarakat misalnya artis. Banyak sinetron, iklan, film yang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang di campur dengan bahasa Inggris yang bertujuan agar seseorang dianggap modern. Maraknya penggunaan bahasa gaul dalam pesan singkat, hal ini secara tidak langsung mempengaruhi penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan pelajar. Sering kali juga kita mendengarkan kata “Gue, Loe, Galau, Kamseupay, dan lain-lain”.
Hal ini akan menjadi kebiasaan buruk bagi pelajar. Apabila mereka lebih sering menggunakan bahasa gaul, maka, kualitas bahasa Indonesia yang menjadi identitas kita sebagai Warga Negara Indonesia akan menurun. Terlihat dari nilai Ujian Nasional, sebagian besar pelajar, nilai bahasa Indonesia lebih buruk daripada nilai bahasa Inggris.
Dan bahasa gaul tersebut dianggap bahasa yang tidak memiliki sopan santun karena dari kata-kata dan pengucapannya tersebut lebih cenderung ke kekerasan. Dari pengertian diatas saja, Suhertian sudah Mengatakan bahwa bahasa gaul berasal dari preman. Jadi, banyak orang tua yang tidak setuju adanya bahasa gaul ini karena selain menurunkan kualitas bahasa Indonesia, juga merusak nilai budaya dan moralitas para remaja jaman sekarang.
Alasan para remaja lebih menyukai Bahasa Gaul daripada Bahasa Indonesia
Menurut para responden,alasan para pelajar lebih menyukai Bahasa gaul daripada Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Karena dengan bahasa gaul bisa lebih akrab,tapi hanya untuk seumuran saja.
    • Karena responden merasa lebih nyaman menggunakan  bahasa tersebut, bahasa gaul lebih santai,banyak orang menggunakan bahasa gaul saat berbicara ,serta lebih efektif untuk SMS.
      • Supaya tidak monoton dan lebih efektif.
      • Karena lebih efisien untuk berbicara .
      • Penggunaan Bahasa Gaul lebih cepat dan lebih santai .
      • Hanya ikut-ikutan saja.
      • Supaya lebih terlihat Gaul dan modern.
      • Bahasanya simple ,mudah ,dan tidak terlalu panjang.
Dampak  positif dalam penggunaan bahasa gaul yaitu responden lebih akrab dan santai dalam berbicara dengan teman sebayanya. Dampak negatifnya adalah bila bahasa gaul digunakan untuk bebicara dengan orang yang lebih tua ,akan susah dimengerti dan terkesan terburu-buru. Dampak dari bahasa gaul yang paling terlihat adalah gaya hidup, entah itu cara berpakaian, cara bertutur kata, cara belajar, aplikasi teknologi yang makin maju dan lain-lain. Gaya hidup yang mengarah pada modernisasi tersebut biasanya tampak terlihat pada kalangan masyarakat (remaja) yang berada pada jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi. Mereka yang ingin diakui sebagai remaja jaman sekarang yang gaul, funky, keren tidak ragu untuk menunjukkan identitas mereka melalui gaya hidup yang modern.

Contoh Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
a. Bahasa Gaul versi Debby Sahertian
Bahasa gaul Debby Sahertian biasanya dipakai oleh orang-orang di salon atau biasa disebut sebagai banci. Bukan meremehkan bahasa gaul ini atau menjelekannya, namun pada kenyataannya bahasa gaul ini mayoritas dipakai oleh banci.
  1. Ember        : Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Bener begitu”
  2. Yiuuk..!     :    Kata ini merupakan kata ajakan yang berarti “Ayo!”
  3. Akika        :    Memiliki arti untuk mengatakan “Saya”
  4. Ekke          :    Sama dengan Akika, berarti “Saya”
  5. Sutralah     :    Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”
  6. Begindang :    Artinya “Seperti ini”
  7. Australia    :    Artinya “Haus”
  8. Boo..!        :    Merupakan sebutan untuk orang.
  9. Lambreta Macan Tutul      :     Artinya “Lama”
  10. Segede Gambreng             :     Menunjukkan sesuatu yang besar sekali dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
b. Bahasa Gaul versi Twitter, Facebook dan jejaring sosial yang lain (Biasanya digunakan untuk meng-update status).
~ Siang nie panas kali yak? Padahal guwe baru bangun tidur. Jadi pengen deh minum minuman seger buatan mommy. (Siang ini panas sekali? Padahal saya baru bangun tidur. Jadi ingin minum minuman yang segar buatan ibu)
~ Abis diputusin pacar nih guanya. Sekarang gua jadi jomblo dah. (Saya baru diputusin pacar. Sekarang saya jadi sendiri)
~ Loe jadi orang gak usah macem-macem yah sama cewek guwe. (Kamu jangan macam-macam sama pacar saya!)
~ Q maw mum (makan) nieh. Ada yg mau ugag? (Saya mau makan. Ada yang mau?)
~ aQ uGag sUkha aMa cOuok yUank uGag ngEharGain cEuek (Saya tidak suka dengan laki-laki yang tidak menghargai perempuan)
c. Bahasa Gaul versi SMS
~ Km dmn skrng? (Kamu dimana sekarang?)
~ Tng3 guwe d0nk.  (Tungguin saya)
~ Jngn g3in q yg lg tdur d0nk! (Jangan ganggu saya yang lagi tidur!)
~ PnJem tUgas daRi dOseN yG mAreN d0nK! QuWh lOem muDenk (Pinjam tugas dari dosen yang kemarin! Saya masih belum mengerti)

KESIMPULAN

Dari penulisan diatas mengenai “Menggunakan Bahas Indonesia Yang Baik dan Benar” dapat diambil kesimpulan bahwa banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa gaul, singkatan-singkatan dalam komunikasinya sehari-hari adalah penyimpangan dari penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Kurangnya akan kesadaran untuk mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia di negeri sendiri akan berdampak lunturnya atau hilangnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama di kalangan remaja. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah wajar karena remaja suka meniru hal-hal yang baru. Dalam penulisan tentu masih banyak kekurangan oleh karena itu penulis berharap kritik dan saran kepada para pembaca.




DAFTAR  PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Rineka Cipta. Jakarta
Harimurti, Kridalaksana. 2008. Kamus Saku Bahasa Indonesia. Jakarta
Sahertian, Debby. 1990. Kamus Bahasa Gaul. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta
Wibowo. 2001. Manajemen Bahasa. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Alwasila, Chaedar. 1986. Sosiologi Bahasa. Surabaya: Budaya Angkasa.
Asri. 2009. “Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Gaul di Kalangan Pelajar di Kabupaten Kolaka,” Tesis Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Astuti. 2010. “Pendidikan Holistik dan Kontekstual dalam Mengatasi Krisis karakter di Indonesia. Junal Kependidikan Edisi Khusus, tahun XXIX, 41-58.
Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar