MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG
BAIK DAN BENAR
Makalah ini
Diajukan untuk Memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
Oleh
Sri Rahayu
241.15.05265
BM 3
Dosen Pembimbing
Bpk.
M. Rifai Susanto, SE. MM
JURUSAN
MANAGAMANT BISNIS
STIE
GICI BUSSINES SCHOOL JAKARTA
2016
Kata Pengantar
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah
yang berjudul “Menggunakan Bahas Indonesia Yang Baik dan Benar”. Atas dukungan
moral dan materi yang di berikan dalam penyusunan makalah ini. Maka penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1.
Bapak Rifai Susanto, SE, MM.
selaku guru pembimbing kami, yang memberikan kesempatan untuk membuat dan
menggunakan blogger.
2.
Orang Tua yang banyak memberikan
materi pendukung, masukan bimbingan kepada penulis, untuk menyelesaikan makalah
ini.
Penulis menyadari bahwa makalah
ini belum sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari rekan
– rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Latar
Belakang
Bahasa merupakan unsur yang sangat vital dalam
berkomunikasi, yakni sebagai alat komunikasi yang paling utama. Bahasa
mempunyai kedudukan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dalam
melaksanakan hubungan sosial dengan sesamanya, manusia sudah menggunakan bahasa
sebagai alat komunikasi sejak berabad-abad silam. Berbahasa Indonesia dengan
baik dan benar mempunyai beberapa kriteria logis terkait dengan pemakaiannya
sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi
formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama, dan
pemakaiannya sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam
pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti
interferensi, integrasi, dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan
dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi
tidak baik. Sedangkan berbahasa yang baik yang menempatkan pada kondisi tidak
resmi atau pada pembicaraan santai tidak mengikat kaidah bahasa di dalamnya.
Seiring dengan perkembangan zaman, maka pemakaian bahasa
Indonesia baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia entertainment mulai
bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan
“Bahasa Gaul”. Bahasa gaul merupakan salah satu cabang dari bahasa Indonesia
sebagai bahasa untuk pergaulan. Istilah ini mulai muncul pada akhir tahun
1980-an. Pada saat itu bahasa gaul dikenal sebagai bahasanya para anak jalanan
yang disebabkan arti kata prokem dalam pergaulan sebagai preman. Sehubungan dengan
semakin maraknya penggunaan bahasa gaul yang digunakan oleh sebagian masyarakat
modern, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap eksistensi
bahasa Indonesia yang merupakan bahasa Nasional, bahasa persatuan, dan bahasa
pengantar dalam dunia pendidikan. Dalam konteks masa kini, bahasa gaul
merupakan dialek bahasa Indonesia non-formal yang terutama digunakan di suatu
daerah atau komunitas tertentu.
Tujuan dan
Manfaat :
1. Memberi mahasiswa/I pengetahuan baru
2. Memenuhi Tugas UAS yang di berikan
3. Membuat penulis lebih memahami dan
mengerti materi
4. Untuk mengetahui segala hal tentang
bahasa gaul dan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
5. Memahami dampak dari bahasa gaul
terhadap bahasa Indonesia.
Pengertian Bahasa
1.
Chaer (2000:1) berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem
lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur
untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengindentifikasi diri.
2.
Menurut Keraf (1991:1) bahasa mencakup dua bidang, yaitu
bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi, yang mempunyai makna.
Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat
terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi).
3.
Ramlan (1985:21) berpendapat bahwa morfologi adalah bagian
dari tata ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk
bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan
dan arti kata. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan
bentuk kata itu.
4.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkomunikasi
antaranggota masyarakat berupa bentuk dan makna.
è Contoh penggunaan bahasa Indonesia
yang baik dan benar
Berbahasa Indonesia yang baik dan
benar adalah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah ( tata
bahasa) bahasa Indonesia. Kita tentunya sering mendengar dalam pelajaran bahasa
Indonesia harus menggunakan kalimat yang baik dan benar. Sebenarnya dalam
program studi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami bahasa
Indonesia yang baik dan benar, tapi juga dituntut untuk menularkan pengetahuan
tentang bahasa Indonesia kepada orang lain (murid) melalui pembelajaran di
sekolah. Dalam penulisan bahasa Indonesia kita harus sesuai dengan EyD.
Tentunya kita harus mengerti maksud dalam penggunaan EyD, maka kita akan bisa
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ciri –
ciri ragam bahasa baku, sebagai berikut :
1. Penggunaan kaidah tata bahasa
normatif. Misalnya, acara itu sedang kami ikuti dan bukan acara itu kami sedang
ikuti.
2. Penggunaan kata – kata baku.
Misalnya, tidak mudah, cantik sekali. Bukan enggak gampang atau cantik banget.
3. Penggunaan ejaan resmi dalam ragam
tulis. Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang
disempurnakan (EYD). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini
4. Penggunaan lafal baku dalam ragam
lisan. Hingga saat ini belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, seccara umum
dapat dikatakan bahwa bahasa lafal baku adalah lafal yang bebeas dari ciri –
ciri lafal dialek setempat atau bahasa daerah. Misalnya. /atap/ dan bukan
/atep/.
5. Pengunaan kalimat secara efektif. Di
luar pendapat umum yang mengatakan bahwa bahasa Indonesia itu bertele – tele,
bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi efektif: pesan pembicara atau
penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca persis seai maksud aslinya.
è contoh – contoh menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar seperti apa?
Berbicara menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar, bisa kita gunakan dalam pertanyaan sehari –
hari, contoh :
a. Apakah kamu sedang sibuk?
b. Apakah kamu ingin membantu saya di
dapur?
c. Apakah kamu sudah mengerjakan tugas
sekolah?
d. Apa yang kamu kerjakan di kampus?
è Contoh ketika dalam dialog antara
seorang dosen dengan seorang mahasiswa
Dosen : Dwi, apakah kamu sudah
memberitahukan kepada teman – teman kamu, bahwa minggu
depan saya tidak bisa masuk ke kelas kalian karena saya ada tugas diluar kota?
Dwi :
Sudah saya sampaikan pak.
Dosen : Baiklah, saya minta hari
Jumat ini ada kelas pelajaran saya untuk
menggantikan minggu depan. Untuk waktunya akan saya kabarkan via pesan.
Terima kasih Dwi
Dwi : Baik bapak, akan saya sampaikan ke kelas
saya. Sama – sama Pak.
Bahasa yang baik dan benar itu
memiliki empat fungi :
1. fungsi pemersatu kebhinnekaan rumpun
dalam bahasa dengan mengatasi batas-batas kedaerahan;
2. fungsi penanda kepribadian yang
menyatakan identitas bangsa dalam pergaulan dengan bangsa lain;
3. fungsi pembawa kewibawaan karena
berpendidikan dan yang terpelajar; dan
4. fungsi sebagai kerangka acuan
tentang tepat tidaknya dan betul tidaknya pemakaian bahasa.
Keempat fungsi bahasa yang baik dan
benar itu bertalian erat dengan tiga macam batin penutur bahasa sebagai berikut
:
1. fungsinya sebagai pemersatu dan
sebagai penanda kepribadian bangsa membangkitkan kesetiaan orang terhadap
bahasa itu;
2. fungsinya pembawa kewibawaan
berkaitan dengan sikap kebangsaan orang karena mampu beragam bahasa itu; dan
3. fungsi sebagai kerangka acuan
berhubungan dengan kesadaran orang akan adanya aturan yang baku layak diatuhi
agar ia jangan terkena sanksi sosial.
4. Berdasarkan paparan di atas maka
dapat disimpulkan, berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah menggunakan
bahasa Indonesia yang memenuhi norma baik dan benar bahasa Indonesia. Norma
yang dimaksud adalah “ketentuan” bahasa Indonesia, misalnya tata bahasa, ejaan,
kalimat, dsb.
Pengertian Bahasa Gaul
Alatas (2006:59) berpendapat bahwa bahasa gaul adalah bahasa
yang digunakan untuk berteman dan bersahabat di tengah masyarakat. Bahasa gaul
merupakan bentuk ragam bahasa yang digunakan oleh penutur remaja, waria untuk
mengekspresikan gagasan dan emosinya.
Menurut Sahertian (2006:15) bahasa gaul atau bahasa prokem
sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul
itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Oleh karena sering
digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah tersebut jadi bahasa
sehari-hari.
Menurut Sahertian (1990), Bahasa
Gaul sendiri sudah terkenal di Indonesia pada akhir 1980-an. Awalnya istilah
dalam bahasa gaul itu adalah untuk merahasiakan isi obrolan atau pembicaraan
dalam komunitas tertentu, namun karena sering juga digunakan di luar komunitas
mereka, lama-lama istilah tersebut menjadi bahasa sehari-hari. Bahasa gaul
awalnya digunakan oleh para preman yang kehidupanya dekat dengan kekerasan,
narkoba, dan minuman keras. Istilah- istilah baru, mereka ciptakan agar orang-
orang di luar komunitas mereka tidak mengerti.
Menurut Harimurti (2008), Bahasa
gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan di Jakarta
pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi muda yang
mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain. (Harimurti
Kridalaksana (2008)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa
bahasa gaul adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari yang
sifatnya menarik dan memiliki arti tertentu untuk merahasiakan arti obrolan di
tengah masyarakat.
Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul Terhadap Penggunaan Bahasa
Indonesia yang Baik dan Benar Di kalangan Pelajar
Bahasa gaul adalah Bahasa non resmi
yang digunakan oleh kalangan tertentu untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap
tertutup bagi kelmpok usia lain agar pihak lain tidak mengetahui apa yang
sedang di bicarakan. Banyak pelajar menggunakan bahasa Gaul dan sering
menyingkat kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat peranan
Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sedikit terganggu. Pasalnya, Banyak
pelajar di masa sekarang mengikuti jaman yang semakin bekembang baik dari segi
budaya dan perilaku. Para responden mengakui bahwa penggunaan bahasa gaul hanya
digunakan oleh teman-teman sebayanya, dan orang-orang disekitar yang sering
menggunakan bahasa gaul saat berbicara. Para responden hanya menggunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar dengan orang yang lebih tua.
Pengaruh Bahasa Gaul terhadap
tatanan bahasa Indonesia adalah perkembangan jaman modernisasi, dimana segala
hal yang ada dikalangan pelajar yang selalu ter-up to date. Bahasa gaul
yang paling mudah menyebar ini biasanya melalui media TV. Tren penggunaan
bahasa gaul yang diilhami dari pelaku tokoh masyarakat misalnya artis. Banyak
sinetron, iklan, film yang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia.
Salah satunya adalah penggunaan bahasa Indonesia yang di campur dengan bahasa
Inggris yang bertujuan agar seseorang dianggap modern. Maraknya penggunaan
bahasa gaul dalam pesan singkat, hal ini secara tidak langsung mempengaruhi
penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan pelajar. Sering kali
juga kita mendengarkan kata “Gue, Loe, Galau, Kamseupay, dan lain-lain”.
Hal ini akan menjadi kebiasaan buruk bagi pelajar. Apabila
mereka lebih sering menggunakan bahasa gaul, maka, kualitas bahasa Indonesia
yang menjadi identitas kita sebagai Warga Negara Indonesia akan menurun.
Terlihat dari nilai Ujian Nasional, sebagian besar pelajar, nilai bahasa
Indonesia lebih buruk daripada nilai bahasa Inggris.
Dan bahasa gaul tersebut dianggap
bahasa yang tidak memiliki sopan santun karena dari kata-kata dan pengucapannya
tersebut lebih cenderung ke kekerasan. Dari pengertian diatas saja, Suhertian
sudah Mengatakan bahwa bahasa gaul berasal dari preman. Jadi, banyak orang tua
yang tidak setuju adanya bahasa gaul ini karena selain menurunkan kualitas
bahasa Indonesia, juga merusak nilai budaya dan moralitas para remaja jaman
sekarang.
Alasan para remaja lebih menyukai Bahasa Gaul daripada
Bahasa Indonesia
Menurut para responden,alasan para
pelajar lebih menyukai Bahasa gaul daripada Bahasa Indonesia adalah sebagai
berikut :
- Karena
dengan bahasa gaul bisa lebih akrab,tapi hanya untuk seumuran saja.
- Karena responden merasa lebih nyaman menggunakan
bahasa tersebut, bahasa gaul lebih santai,banyak orang menggunakan bahasa
gaul saat berbicara ,serta lebih efektif untuk SMS.
- Supaya tidak monoton dan lebih efektif.
- Karena lebih efisien untuk berbicara .
- Penggunaan Bahasa Gaul lebih cepat dan lebih santai .
- Hanya ikut-ikutan saja.
- Supaya lebih terlihat Gaul dan modern.
- Bahasanya simple ,mudah ,dan tidak terlalu panjang.
Dampak positif dalam
penggunaan bahasa gaul yaitu responden lebih akrab dan santai dalam berbicara
dengan teman sebayanya. Dampak negatifnya adalah bila bahasa gaul digunakan
untuk bebicara dengan orang yang lebih tua ,akan susah dimengerti dan terkesan
terburu-buru. Dampak dari bahasa gaul yang paling terlihat adalah gaya hidup,
entah itu cara berpakaian, cara bertutur kata, cara belajar, aplikasi teknologi
yang makin maju dan lain-lain. Gaya hidup yang mengarah pada modernisasi
tersebut biasanya tampak terlihat pada kalangan masyarakat (remaja) yang berada
pada jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi. Mereka yang ingin diakui
sebagai remaja jaman sekarang yang gaul, funky, keren tidak ragu untuk
menunjukkan identitas mereka melalui gaya hidup yang modern.
Contoh Bahasa Gaul di Kalangan Remaja
a. Bahasa Gaul versi Debby Sahertian
Bahasa gaul Debby Sahertian biasanya
dipakai oleh orang-orang di salon atau biasa disebut sebagai banci. Bukan
meremehkan bahasa gaul ini atau menjelekannya, namun pada kenyataannya bahasa
gaul ini mayoritas dipakai oleh banci.
- Ember
: Kata ini merupakan plesetan dari
kata “Memang Bener begitu”
- Yiuuk..!
: Kata ini merupakan kata ajakan yang
berarti “Ayo!”
- Akika
: Memiliki arti untuk mengatakan “Saya”
- Ekke
: Sama dengan Akika, berarti “Saya”
- Sutralah
: Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata
“Sudahlah”
- Begindang
: Artinya “Seperti ini”
- Australia
: Artinya “Haus”
- Boo..!
: Merupakan sebutan untuk orang.
- Lambreta
Macan Tutul :
Artinya “Lama”
- Segede
Gambreng
:
Menunjukkan sesuatu yang besar sekali dan sulit
diungkapkan dengan kata-kata.
b. Bahasa Gaul versi Twitter, Facebook dan jejaring
sosial yang lain (Biasanya digunakan untuk meng-update status).
~ Siang nie panas kali yak? Padahal guwe baru bangun tidur.
Jadi pengen deh minum minuman seger buatan mommy. (Siang ini panas sekali?
Padahal saya baru bangun tidur. Jadi ingin minum minuman yang segar buatan ibu)
~ Abis diputusin pacar nih guanya. Sekarang gua jadi jomblo
dah. (Saya baru diputusin pacar. Sekarang saya jadi sendiri)
~ Loe jadi orang gak usah macem-macem yah sama cewek guwe.
(Kamu jangan macam-macam sama pacar saya!)
~ Q maw mum (makan) nieh. Ada yg mau ugag? (Saya mau makan.
Ada yang mau?)
~ aQ uGag sUkha aMa cOuok yUank uGag ngEharGain cEuek (Saya tidak
suka dengan laki-laki yang tidak menghargai perempuan)
c. Bahasa Gaul versi SMS
~ Km dmn skrng? (Kamu dimana sekarang?)
~ Tng3 guwe d0nk. (Tungguin saya)
~ Jngn g3in q yg lg tdur d0nk! (Jangan ganggu saya yang lagi
tidur!)
~ PnJem tUgas daRi dOseN yG mAreN d0nK! QuWh lOem muDenk
(Pinjam tugas dari dosen yang kemarin! Saya masih belum mengerti)
KESIMPULAN
Dari
penulisan diatas mengenai “Menggunakan
Bahas Indonesia Yang Baik dan Benar” dapat diambil kesimpulan bahwa
banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa gaul,
singkatan-singkatan dalam komunikasinya sehari-hari adalah penyimpangan dari
penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Hal ini dapat menghambat
pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Kurangnya akan kesadaran untuk
mencintai dan menggunakan bahasa Indonesia di negeri sendiri akan berdampak
lunturnya atau hilangnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat
terutama di kalangan remaja. Apalagi dengan maraknya dunia kalangan artis
menggunakan bahasa gaul di media massa dan elektronik, membuat remaja semakin
sering menirukannya di kehidupan sehari-hari hal ini sudah wajar karena remaja
suka meniru hal-hal yang baru. Dalam penulisan tentu masih banyak kekurangan
oleh karena itu penulis berharap kritik dan saran kepada para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
Jakarta
Harimurti, Kridalaksana. 2008. Kamus Saku Bahasa Indonesia.
Jakarta
Sahertian, Debby. 1990. Kamus Bahasa Gaul. Pustaka Sinar
Harapan. Jakarta
Wibowo. 2001. Manajemen Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta
Alwasila, Chaedar. 1986. Sosiologi Bahasa. Surabaya: Budaya
Angkasa.
Asri. 2009. “Penggunaan Bahasa
Indonesia Ragam Gaul di Kalangan Pelajar di Kabupaten Kolaka,” Tesis
Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Astuti. 2010. “Pendidikan Holistik
dan Kontekstual dalam Mengatasi Krisis karakter di Indonesia. Junal
Kependidikan Edisi Khusus, tahun XXIX, 41-58.
Cahyono, Bambang Yudi. 1995.
Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya: Airlangga University Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar